Insiden Monas

7 06 2008

Monas, 1 Juni 2008. Hari itu kawasan Istana dan monas akan padat, pagi harinya masa PDI Perjuangan merayakan hari jadinya, sedangkan sekitar pukul satu siang masa Hizbuttaharir Indonesia dan Front Pembela Islam akan melakukan aksi demonstrasi menuntut pembatalan kenaikan BBM.

Masa AKKB sebelumnya belum mendapat ijin untuk melakukan aksi, itupun awalnya rute aksinya adalah Belakang gambir-Kedutaan AS-Bundaran HI. Pertanyaannya kenapa mereka bisa sampai monas, apakah ada yang membelokkan, apakah masa AKKB (yang tidak tahu apa-apa atau bahkan dibayar) dijebak?, sedangkan semua orang pasti akan sepakat kalau FPI dipertemukan pasti akan ribut apalagi kalau FPI diprovokasi.

Ada sebuah konspirasi politik yang harus kita pahami, kalau saja kita ingin mencari akar masalah bentrokan kita harus mencari kenapa hal itu bisa terjadi. anda yakin kalau AKKB begitu berani hingga berdemo begitu dekat dengan masa FPI. Saya fikir pembubaran FPI bukan menjadi solusi, karena kalaupun FPI dibubarkan akan muncul organisasi-organisasi yang lain kalau pangkal permasalahannya tidak dibubarkan. ya.. pangkal permasalahannya adalah Ahmadiyah, Ahmadiyah berhasil mengadu domba antara FPI dan AKKB bahkan FPI dengan NU. Malah isu yang berkembang dari pembubaran Ahmadiyah menjadi pembubaran FPI. Kenapa Rasulullah menyuruh nabi palsu untuk dibunuh karena memang hal itu akan menjadi pangkal permasalahan yang akan menyebabkan perpecahan terus menerus, sampai kapanpun. Untuk itu pangkalnya harus ditutup. Sama halnya dengan Ahmadiyah.

Pemerintah begitu lambat dan tidak cekatan dalam hal ini. Sungguh disayangkan kebijakan pemerintah yang seharusnya menjadi solusi malah menjadi perpecahan baru. kalau saja sejak dahulu Ahmadiyah sudah dibubarkan mungkin hal ini tidak terjadi, dan kemungkinan kalau hari ini Ahmadiyah tidak dibubarkan maka kedepan ada kemungkinan perpecahan ummat akan terus terjadi

NU harus cerdas
Agar tujuan Ahmadiyah (kolonial) tidak sampai yaitu untuk memecah belak ummat islam tidak terjadi seperti kaum-kaum terdahulu hendaknya kita harus memahami beberapa hal.
1. Bukannya Sayyidina Umar bin Khattab orang yang paling tegas terhadap orang kafir yang menghalangi atau memusuhi Islam, sedang AKKB pada saat itu menentang dakwah FPI untuk memerangi Ahmadiyah (nabi palsu).
2. Kalau memang ingin membubarkan FPI bukankah itu suatu bentuk perpecahan, sedangkan ummat Islam bisa bangkit kalau ada persatuan.
3. Bukannya para pendahulu NU orang yang tegas dan istiqomah, tidak moderat ke barat-baratan. Dan selalu mendahulukan kepentingan Islam dan membelanya
4. Hendaknya NU tidak membuat perpecahan baru. Mari kita bersatu. Najib

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: